.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Minggu, 25 Mei 2014

REVIEW "The Many Adventures of Winnie the Pooh" || YANUAR DWI .H (702012031)



"The Many Adventures of Winnie the Pooh" merupakan sebuah film animasi full- length ditahun 1977 yang disutradarai dan diproduseri oleh Wolfgang Reitherman. Film yang diproduksi oleh Walt Disney ini diadaptasi dari buku Winnie-the-Pooh karya A. A. Milne, dan terdiri dari tiga segmen cerita yang berbeda yang kisahnya diambil dari bukunya yang berjudul Winnie the Pooh and the Honey Tree, Winnie the Pooh and the Blustery Day, dan Winnie the Pooh and Tigger Too. Film ini disuarakan oleh Sterling Holloway, John Fiedler, Junius Matthews, Paul Winchell, Howard Morris, Bruce Reitherman, Jon Walmsley dan Timothy Turner, dirilis pada tanggal 11 Maret 1977 dan didistribusikan oleh Buena Vista Distribution.

Film ini mencerita kisah yang ada di dalam 'Hutan 100 Hektar', tempat dimana seorang anak bernama Christopher Robin bermain, yaitu lingkungan ajaib dari masa kecilnya. Si keledai pemurung bernama Eeyore adalah temannya, juga si kanguru bernama Kanga beserta anaknya si kecil Roo. Juga ada Rabbit si kelinci pemarah, Piglet si babi pemalu, dan si burung hantu imut bernama Owl. Tapi yang paling penting adalah Winnie the Pooh, si beruang madu gendut yang dipenuhi bulu, yang juga konyol dan lucu.

Film arahan dua mendiang sutradara Reitherman dan John Lounsbery ini merupakan film pertama Winnie the Pooh di bawah lebel Walt Disney Pictures, yang kemudian Disney lanjutkan dengan film keduanya ditahun 2011 dengan judul, Winnie the Pooh. Film ini mendapatkan pujian luas dari kritikus film dunia yang memuji bagaimana Walt Disney tetap mempertahankan gaya ilustrasi E. H. Shepard yang terdapat di setiap buku cerita Winnie the Pooh sehingga menjadikan film ini terkesan seperti sebuah 'buku cerita yang hidup'. Ditampilkan dengan format animasi tradisional 2D, film berdurasi 74 menit ini mengisahkan tentang petualangan Pooh dan teman- temannya.

Alur Cerita

Dalam segmen pertama diceritakan, pada suatu hari, si beruang madu yang tinggal di 'Hutan 100 Hektar', Pooh (Sterling Holloway), sedang melatih tubuhnya di pagi hari untuk membuatnya sangat lapar, dan supaya dapat melahap makanan lebih. Selama latihan, Pooh mendapatkan jahitan di punggungnya robek. Setelah dapat memperbaikinya, Pooh membuka lemari makanannya dan menemukan bahwa persediaan madunya telah habis. Dia akhirnya mencoba untuk mendapatkan madu dari sarang lebah di pohon dekat rumahnya, dia pun memanjat pohon tersebut dan mencapai setinggi yang ia bisa, namun cabang pohon segera patah dan menyebabkannya jatuh. Tak mau menyerah, Pooh memutuskan untuk pergi ke rumah teman manusianya, Christopher (Bruce Reitherman), di mana disana Christopher yang bersama Eeyore (Barbara Luddy), Owl (Hal Smith), Kanga (Barbara Luddy) beserta anaknya Roo (Clint Howard) sudah menunggunya. Christopher kemudian memberi Pooh sebuah balon yang digunakan untuk mengambil madu dari pohon tersebut. Sebelum mencapai pohon, Pooh menggulung tubuhnya dalam lumpur hitam untuk menyamarkan dirinya sebagai awan hitam, dan menggunakan balonnya untuk mendekati sarang madu. Namun apa yang dilakukannya membuat kawanan lebah menjadi marah, yang kemudian mengejar Pooh dan Christopher, di mana keduanya nyaris tak dapat melarikan diri hingga keduanya terpaksa menyelam ke dalam genangan lumpur.

Dengan madu yang masih ada di pikirannya, Pooh menuju rumah si kelinci Rabbit (Junius Matthews), berharap menemukan madu di sana. Rabbit kemudian mengajaknya makan, meskipun tahu bahwa nafsu makan Pooh sangat besar. Pooh mulai melahap semua madu yang ada sementara Rabbit pergi keluar. Selesai makan, si beruang mencoba untuk keluar, namun dia terjebak di pintu, kegemukan karena terlalu banyak makan madu. Rabbit yang telah kembali mencoba mendorongnya, namun ia tak bisa. Karena panik, dia segera berlari keluar untuk meminta bantuan Christopher. Sementara Pooh menunggu, dia didatangi Owl dan si tupai Gopher (Howard Morris). Owl mencoba untuk menghiburnya, namun Pooh menjadi malu akan perutnya. Rabbit tiba bersama Christopher dan mencoba untuk menarik Pooh keluar, namun usahanya sia-sia, dia pun menyarankan untuk mendorong Pooh kedalam. Rabbit yang tak ingin Pooh kembali kedalam rumahnya lagi, memprotesnya dengan menahan Pooh dengan kursi. Akhirnya, Christopher terpaksa menyuruh Pooh menunggu sampai perutnya kembali kecil lagi. Kanga dan Roo mampir dan memberikan Pooh seikat bunga honeysuckle, yang menyebabkannya bersin, sehingga membuat benda-benda yang ditaruh Rabbit dibelakangnya menjadi berantakan.

Di malam harinya, Gopher kembali untuk melihat Pooh dengan membawa sebuah kotak makan. Ketika mengetahui si tupai memiliki toples madu, Pooh memintanya sedikit, namun Rabbit yang mengetahuinya segera menyita madu tersebut, dan mengingatkan Pooh untuk tidak melahap makanan dulu sebelum perutnya kembali pulih.

Keesokan harinya, Rabbit menemukan tubuh Pooh dapat bergeser sedikit ketika ia bersandar dibelakangnya, dan segera keluar untuk menemui Robin. Christopher, Eeyore, Owl, Kanga, Roo, dan juga Gopher mulai menarik Pooh sementara Rabbit mendorongnya dari dalam, namun si beruang masih tak dapat keluar. Kesal dengan upayanya, Rabbit mundur beberapa langkah untuk membuat ancang-ancang sebelum mendorong Pooh. Dengan keras, si beruang madu akhirnya dapat keluar dari pintu dan terbang ke udara sebelum mendarat tepat di pohon madu. Disana, Pooh menemukan dirinya kembali lagi terjebak dan telah menakuti kawanan lebah hingga pergi. Teman-temannya kemudian menghampirinya, di mana Christopher mengatakan bahwa mereka akan membantunya keluar lagi. Namun Pooh memberitahu mereka untuk menunggunya, sampai ia cukup puas memakan banyak madu di pohon itu.

Dalam segmen kedua menceritakan, si beruang madu, Pooh, mengunjungi temannya si anak babi, Piglet (John Fiedler) di rumahnya, di mana saat itu Piglet sedang mengenakan syal di lehernya. Piglet yang tertiup angin karena badai topan, syalnya ditarik Pooh yang mencoba untuk menyelamatkannya. Piglet pun terbang seperti layang- layang di udara melewati Kanga, Roo, Eeyore, Rabbit. Namun setelah keduanya tiba di rumah pohon milik Owl, rumah itu segera jatuh ke tanah karena badai tersebut. Setelah kejadian itu, Eeyore berusaha mencari rumah baru untuk Owl.

Di malam harinya, Pooh mendengar suara asing dari luar rumahnya. Ketika ada yang mengetuk pintu, Pooh melihat si harimau Tigger (Paul Winchell) muncul dan kelihatannya ia sedang mencari sesuatu untuk dimakan. Tigger mencoba melahap madu yang ada di rumah Pooh, namun madu membuatnya muak dan memutuskan untuk tidak memakannya lagi. Sebelum meninggalkannya, Tigger mengatakan kepadanya bahwa Heffalumps (gajah) dan Woozles (musang) sedang berada di hutan untuk mencuri madu. Karena takut, Pooh berusaha tetap terjaga di malam itu untuk menjaga madunya, namun akhirnya ia ketiduran. Pooh kemudian bermimpi buruk tentang Heffalumps dan Woozles yang mencuri madunya.

Ketika bangun, Pooh menemukan banjir telah melanda wilayah 'Hutan 100 Hektar', dan Piglet telah terjebak di rumahnya. Piglet kemudian menulis sebuah catatan dalam sebuah botol untuk meminta bantuan sebelum banjir membawanya pergi, di mana dia mengambang diatas kursi. Begitu juga dengan Pooh, dia terjebak di dalam panci madunya dan mengapung jauh dari rumahnya. Teman-teman Pooh lainnya berkumpul mengungsi ke rumah Christopher (Jon Walmsley), karena rumah Christopher terletak di dataran tinggi di mana banjir tak bisa mencapainya. Setelah itu, Christopher membaca pesan dari Piglet, dan segera mengirim Owl untuk memberitahunya bahwa pertolongan segera datang. Namun Piglet dan Pooh saat itu sudah terbawa banjir hingga jatuh dari air terjun, mengakibatkan mereka berdua bertukar tempat, di mana Piglet berada dalam panci madu dan Pooh di atas kursi. Setelah keduanya selamat, mereka bersama-sama menuju rumah Christopher. Karena berpikir bahwa Pooh yang telah menyelamatkan Piglet dengan menggunakan panci madunya, Christopher mengadakan untuk merayakan kepahlawanan Pooh. Selama pesta, Eeyore mengumumkan bahwa ia telah menemukan rumah baru bagi Owl. dan ketika ia memimpin kelompok untuk menuju rumah baru tersebut, semuanya terkejut, ternyata yang dimaksud adalah rumah Piglet yang sekarang sudah ditempatinya lagi. Pooh dan Piglet kemudian menawarkan kepada Owl agar ia tinggal bersamanya. Setelah itu, Pooh menyarankan Christopher mengadakan pesta untuk merayakan dua pahlawan, karena kedermawanan Piglet. Christopher pun setuju, dan semuanya merayakan kebaikan Pooh dan Piglet di hari itu.

Di segmen terakhir diceritakan. Selama musim gugur, Tigger muncul mendadak muncul dengan mendatangi siapa saja untuk terutama kepada Rabbit yang sedang berkebun, yang membuatnya marah. Rabbit kemudian bertemu Pooh dan Piglet, di mana ketiganya memutuskan untuk membawa Tigger melalui 'Hutan 100 Hektar'. Ketika di tengah hutan, mereka meninggalkan Tigger sendirian dengan berharap ia akan tersesat. Mereka kemudian bersembunyi di saat Tigger mencarinya. Ketika mereka memutuskan untuk kembali pulang, ketiganya menjadi tersesat dan tidak dapat menemukan jalan menuju ke rumah, di mana berkali-kali mereka berakhir di sebuah lubang pasir.

Rabbit kemudian berusaha untuk mencari jalan pulang sendirian, Pooh dan Piglet menunggunya di lubang pasir. Setelah lama menunggu, mereka menyadari bahwa si kelinci tidak kembali lagi. Si beruang madu kemudian menemukan jalan keluar dengan mengikuti kabut yang menimbulkan bau madu yang disimpannya dirumah. Ketika keduanya dapat mencapai ujung kabut, Tigger tiba. Pooh kemudian mengatakan kepadanya bahwa Rabbit masih ada di hutan, dan si harimau segera kembali untuk menemukannya. Rabbit yang tersesat, berakhir di tempat yang gelap, di mana dia ketakutan oleh suara-suara berbagai hewan, termasuk katak yang bernyanyi dan ulat yang sedang mengunyah daun dengan keras. Situasi tersebut membuatnya panik dan mencoba untuk melarikan diri. Tigger akhirnya tiba dan menjelaskan kepadanya bahwa "Tigger tak akan pernah tersesat", dan kemudian menyeret Rabbit pulang.

Musim salju telah tiba dan Roo ingin pergi bermain. Kanga yang tidak dapat menemani anaknya, dia meminta tolong Tigger untuk menemani Roo bermain, dan si harimau dengan senang hati menerima. Di sepanjang jalan, Tigger dan Roo melihat Rabbit sedang melakukan skating di atas es. Tigger kemudian mencoba untuk mengajari Roo bagaimana ia melakukan skating. Namun ketika kehilangan keseimbangan, Tigger bertabrakan dengan Rabbit dan mengakibatkan mereka tergelincir menabrak rumah si kelinci tersebut. Tigger pun memutuskan kalau dia tidak menyukai skating.

Setelah itu, ketika Tigger mementalkan tubuhnya di sekitar hutan dengan Roo di punggungnya, dia tak sengaja melompat ke atas sebuah pohon yang sangat tinggi dan dia tidak berani turun ke bawah. Tigger bertambah takut ketika si anak kanguru itu menggunakan ekornya sebagai ayunan. Sementara itu, Pooh dan Piglet sedang menyelidiki jejak kaki aneh di jalan (yang sebenarnya adalah jejak kaki Tigger dan Roo). Tiba-tiba, mereka mendengar lolongan Tigger yang meminta bantuan dan keduanya segera bersembunyi karena menganggap itu suara seekor "Jaguar". Namun setelah belajar bahwa itu adalah suara Tigger dan Roo diatas pohon, mereka datang untuk menyelamatkannya. Tak lama kemudian, Christopher (Timothy Turner), Rabbit, dan Kanga tiba. Mereka kemudian menggunakan mantel Christopher yang digunakan sebagai jaring untuk menangkap Tigger dan Roo saat melompat dari pohon. Roo berhasil melompat turun, namun Tigger yang masih takut bergerak tidak mau turun. Si kelinci kemudian memutuskan bahwa mereka semua harus meninggalkan Tigger di pohon selamanya, dan tidak akan pernah lagi menolongnya bila dia menemukan kesulitan. Pada saat itulah, sang narator (Sebastian Cabot) memberikan bantuan kepada Tigger, dia memiringkan buku ke samping untuk memungkinkan Tigger melangkah diatas teks halaman. Sang narator kemudian memiringkan kembali buku ke arah lain, yang menyebabkan Tigger jatuh ke tanah.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar