BRO? BROAAHH!!??? ANIMASI TU APA SI BRO???
OKE KITA MULAI DARI PENGERTIAN
Animasi sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Sedangkan karakter adalah orang, hewan maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D. shingga karakter animasi secara dapat diartikan sebagai gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan, bentuk benda, warna dan spesial efek.
Pengertian Animasi Menurut Ibiz Fernandes :
“Animation
is the process of recording and playing back a sequence of stills
to achieve the illusion of continues
motion” (biz Fernandez McGraw- Hill/Osborn,
California, 2002)
Yang artinya adalah:
“Animasi adalah sebuah proses merekam
dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi
pergerakan.” Berdasarkan arti harfiah, Animasi adalah menghidupkan. Yaitu usaha
untuk menggerakkan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri.
SEMUA PASTI ADA SEJARAHNYA, BEGITUPUN ANIMASI BRO!!
Sejarah animasi dimulai dari jaman purba, dengan ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding goa di Spanyol yang menggambarkan ”gerak” dari binatang-binatang. Pada 4000 tahun yang lalu bangsa Mesir juga mencoba menghidupkan suatu peristiwa dengan gambar-gambar yang dibuat berurutan pada dinding.
Sejarah animasi dimulai dari jaman purba, dengan ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding goa di Spanyol yang menggambarkan ”gerak” dari binatang-binatang. Pada 4000 tahun yang lalu bangsa Mesir juga mencoba menghidupkan suatu peristiwa dengan gambar-gambar yang dibuat berurutan pada dinding.
Sejak menyadari bahwa gambar bisa dipakai sebagai alternatif media
komunikasi, timbul keinginan menghidupkan lambang-lambang tersebut menjadi
cermin ekspresi kebudayaan. Terbukti dengan diketemukannya berbagai artefak
pada peradapan Mesir Kuno 2000 sebelum masehi. Salah satunya adalah beberapa
panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose.
Animasi sendiri tidak akan pernah berkembang tanpa ditemukannya prinsip
dasar dari karakter mata manusia yaitu: persistance
of vision (pola penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau
dan Pierre Desvigenes, melalui peralatan optic yang mereka ciptakan, berhasil
membuktikan bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada
tenggang waktu tertentu sebagai suatu pola. Dalam perkembangannya animasi
secara umum bisa didefinisikan sebagai:
Suatu sequence gambar yang diekspos pada tenggang waktu tertentu sehingga
tercipta sebuah ilusi gambar bergerak
dimulai sebelum tahun 1900 atau Pre-1900 (The origin of Animation). Ini adalah era animasi sebelum film dan kamera serta proyektor modern ditemukan. Dimulai sejak ditemukannya gambar sekuensial di dinding-dinding gua di masa pra sejarah, hingga penemuan dan eksperimentasi mainan optik dan beragam alat yang dipicu oleh publikasi paper oleh Peter Roger pada tahun 1824 berjudul; “The Persistence of Vision Regard to Moving Object”. Penemuan tersebut antara lain seperti Traumatrope oleh seorang fisikawan asal Inggris, John Airton Paris tahun 1825, Phenakitiscope (1831) oleh Josept Plateau asal Belgia, Daedalum (1834) oleh William Horner asal Inggris yang kemudian dikembangkan oleh William F Lincoln menjadi Zoetrope pada tahun 1860, hingga penemuan praxinoscope di akhir abad 19 oleh Charles Emile Reyanud di Perancis tahun 1877. Babak berikutnya dimulai tahun 1900 – 1927 (Film Animation: The Era of Experimentation). Ini adalah era awal cinema yang dimulai sejak tahun 1895 setelah Lumire Brothers memperkenalkan alat yang mereka sebut “Cinematographe” di Perancis. Eksperimentasi gerak dan teknik serta sinematrografi awal film animasi berlangsung di era ini. Era yang juga terkenal dengan “silent film era” berkembang dari Eropa hingga Amerika Serikat. Film animasi pertama dengan teknik stop frame dibuat oleh orang Inggris bernama Arthur Melbourne Cooper pada tahun 1899 berjudul; Matches: An Appeal, hingga animasi panjang pertama (feature animation) oleh Lotte Reiniger di Jerman berjudul “The Adventure of Prince Achmed”. Di Amerika, Walt Disney, Emili Cohl, hingga Thomas Edison termasuk generasi pertama yang mewarnai perkembangan film animasi di negaranya hingga mendunia. Babak ketiga tahun 1928 – 1957 (Film Animation: The Golden Age of Cartoon). Ini adalah era emas animasi kartun, baik pencapaian secara komersial, teknikal, maupun artistik. Era ini sering didentikkan dengan era Disney karena di era ini Disney mendominasi animasi dunia yang diawali dengan kesuksesan Steamboat Willie yang melambungkan karakter utamanya; Mickey Mouse. Hingga animasi panjang berwarna pertama di dunia yang monumental “Snow White and the Seven Dwarfs yang dirilis tahun 1937. Namun di era ini juga bermunculan kreator dan animatior dengan karya-karya animasi-animasi kartun yang populer selain Walt Disney seperti James Stuart Blackton, Otto Mesmer, Pat Sullivan, Fleicher Brother, Lotte Reiniger, dll. Di era ini juga bermunculan animasi eksperimental khas Italia, Prancis, Rusia, Kanada, dsb. Babak ke empat tahun 1958 – 1985 (The Televison Age). Animasi era televisi dimulai sejak tahun 1958 ketika medium elektronik baru bernama televisi mulai menggeser dominasi layar lebar di bioskop sebagai medium baru untuk menikmati film animasi. Animasi hadir di rumah-rumah dan mulai diproduksi secara serial dan kontinyu. Selain serial animasi juga merambah iklan komersial di televisi. Di era ini, animasi jepang yang terkenal dengan anime mulai mendominasi dunia melalui serial animasi buatan mereka, yang mampu menyaingi dominasi Amerika Serikat dalam industri animasi dunia. Dan babak ke lima dimulai tahun 1986 – 2010 (The Digital Dawn). Di era ini, penemuan teknologi digital turut mempengaruhi perkembangan animasi secara luas dan dalam banyak aspek. Kemampuan teknologi digital yang mampu menghadirkan visual yang photo realistik menjadi kekuatan animasi era ini. Banyak hal terutama dari aspek produksi yang berubah dari era sebelumnya setelah kemunculan teknologi digital. Penanda besar era ini adalah dirilisnya animasi 3D panjang pertama Toy Story oleh studio Pixar pada tahun 1995. Setelah itu laju animasi digital tak terbendung hingga sekarang.
KALO JENIS-JENISNYA INI BRO
Karakter animasi sekarang telah berkembang yang dulu mempunyai prinsip sederhana sekarang menjadi beberapa jenis animasi yaitu
a. Animasi 2D (2 Dimensi)
Animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Dan film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya: Shincan, Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby doo, Spongebob, Deny Phantom, dll.
Animasi 2D biasa juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Dan film kartun itu kebanyakan film yang lucu. Contohnya: Shincan, Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby doo, Spongebob, Deny Phantom, dll.
b. Animasi 3D (3 Dimensi)
Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Semenjak Toy Story buatan Disney (Pixar Studio), maka banyak studio film dunia memproduksi film sejenis. Lalu Munculah : Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, Toy Story 2, Monster Inc., hingga Finding Nemo, The Incredible, Shark Tale. Cars, Valian. Semuanya itu animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery).
c. Stop_Motion Animation
Animasi ini juga dikenal sebagai claymation kerena animasi ini menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang di gerakkan.
Teknik ini pertama kali di perkenalkan oleh Stuart Blakton pada tahun 1906.
Teknik ini seringkali digunakan dalam menghasilkan visual effect bagi film-film era tahun 50an dan 60an. Film Animasi Clay Pertama dirilis bulan Februari 1908 berjudul, A Sculptors Welsh Rarebit Nightmare. Meski namanya clay (tanah liat), yang dipakai bukanlah tanah liat biasa. Animasi ini memakai plasticin, bahan lentur seperti permen karet yang ditemukan pada tahun 1897. Tokoh-tokoh dalam animasi Clay dibuat dengan memakai rangka khusus untuk kerangka tubuhnya, lalu kerangka tersebut ditutup dengan plasficine sesuai bentuk tokoh yang ingin dibuat. Bagian-bagian tubuh kerangka ini, seperti kepala, tangan, kaki, disa dilepas dan dipasang lagi. Setelah tokoh-tokohnya siap, lalu difoto gerakan per gerakan. Foto-foto tersebut lalu digabung menjadi gambar yang bisa bergerak seperti yang kita tonton di film. Animasi ini sulit untuk dibuat dan memerlukan biaya yang tinggi. Contohnya : Shaun the sheep, Chiken Run, dll
d. Animasi Jepang (Anime)
Anime, itulah sebutan tersendiri untuk film animasi di Jepang, Jepang pun tak kalah soal animasi dibanding dengan buatan eropa. Anime mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan animasi buatan eropa. Salah satu film yang terkenal adalah Final Fantasy Advent Children dan Jepang sudah banyak memproduksi anime. Berbeda dengan animasi Amerika, anime Jepang tidak semua diperuntukkan untuk anak-anak, bahkan ada yang khusus dewasa. Contohnya : Naruto, Detective Conan, One Piece, dll.
Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi 3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya. Semenjak Toy Story buatan Disney (Pixar Studio), maka banyak studio film dunia memproduksi film sejenis. Lalu Munculah : Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, Toy Story 2, Monster Inc., hingga Finding Nemo, The Incredible, Shark Tale. Cars, Valian. Semuanya itu animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery).
c. Stop_Motion Animation
Animasi ini juga dikenal sebagai claymation kerena animasi ini menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang di gerakkan.
Teknik ini pertama kali di perkenalkan oleh Stuart Blakton pada tahun 1906.
Teknik ini seringkali digunakan dalam menghasilkan visual effect bagi film-film era tahun 50an dan 60an. Film Animasi Clay Pertama dirilis bulan Februari 1908 berjudul, A Sculptors Welsh Rarebit Nightmare. Meski namanya clay (tanah liat), yang dipakai bukanlah tanah liat biasa. Animasi ini memakai plasticin, bahan lentur seperti permen karet yang ditemukan pada tahun 1897. Tokoh-tokoh dalam animasi Clay dibuat dengan memakai rangka khusus untuk kerangka tubuhnya, lalu kerangka tersebut ditutup dengan plasficine sesuai bentuk tokoh yang ingin dibuat. Bagian-bagian tubuh kerangka ini, seperti kepala, tangan, kaki, disa dilepas dan dipasang lagi. Setelah tokoh-tokohnya siap, lalu difoto gerakan per gerakan. Foto-foto tersebut lalu digabung menjadi gambar yang bisa bergerak seperti yang kita tonton di film. Animasi ini sulit untuk dibuat dan memerlukan biaya yang tinggi. Contohnya : Shaun the sheep, Chiken Run, dll
d. Animasi Jepang (Anime)
Anime, itulah sebutan tersendiri untuk film animasi di Jepang, Jepang pun tak kalah soal animasi dibanding dengan buatan eropa. Anime mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan animasi buatan eropa. Salah satu film yang terkenal adalah Final Fantasy Advent Children dan Jepang sudah banyak memproduksi anime. Berbeda dengan animasi Amerika, anime Jepang tidak semua diperuntukkan untuk anak-anak, bahkan ada yang khusus dewasa. Contohnya : Naruto, Detective Conan, One Piece, dll.
ANIMASI TU BUAT APA SIH?
Animasi pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam berbagai kegiatan dari mulai kegiatan Formal hingga Non Formal, dari mulai sebagai fungsi utama sampai fungsi tambahan atau hiasan. Animasi dibangun berdasarkan manfaatnya sebagai perantara atau media yang digunakan untuk berbagai kebutuhan di antaranya :
• Media
Hiburan
• Media
Presentasi
• Media
Iklan/Promosi
Media
Hiburan, Animasi digunakan untuk menghibur penonton atau pengguna animasi
tersebut, sehingga memberikan kepuasan. Animasi sebagai media hiburan biasanya
digarap dengan sangat serius karena sebagai produk dagangan yang memiliki harga
jual. Sebagai media hiburan, animasi digarap sebagai project.
Contoh :
• Film
• Video
Klip
• Games
dll
Media
Presentasi, Animasi digunakan untuk membuat menarik perhatian para auden atau
peserta presentasi terhadap materi yang disampaikan oleh presenter. Dengan
penambahan animasi pada media presentasi membawa suasana presentasi menjadi
tidak kaku. Dengan penambahan animasi diharapkan dapat tercapai penyampaian
informasi atau terjadinya komunikasi yang baik dalam kegiatan presentasi.
Fungsi
animasi dalam presentasi diantaranya :
•
Menarik Perhatian dengan adanya pergerakan dan suara yang selaras
•
Memperindah tampilan presentasi
•
Memudahkan susunan presentasi
•
Mempermudah penggambaran dari suatu materi
Media
Iklan/Promosi, Animasi sebagai media iklan atau promosi dibangun sedemikian
rupa agar pemirsa atau penonton tertarik untuk membeli atau memiliki atau
mengikuti apa yang disampaikan dalam alur cerita dari animasi tersebut.
Media
Bantu/Tools, Animasi sebagai media bantu atau tools digunakan sebagai perangkat
penuntun atau petunjuk dalam melakukan sesuatu. Sebagai media bantu, animasi
akan terlihat menonjol atau memberikan daya tarik atau memunculkan fokus baru
terhadap sesuatu yang perlu dibantu.
Media Pelengkap, Animasi digunakan
sebagai pelengkap atau tambahan atau hiasan pada suatu tampilan yang digunakan
untuk mempercantik atau menarik pada objek yang ditampilkan.
Perkembangan Film Animasi Dunia
1.
Sejarah mencatat pada tahun 30.000
SM (sebelum masehi) terdapat lukisan didinding goa di Spanyol yaitu gambar babi
hutan dengan kaki berjumlah delapan. Hal ini menandakan orang dahulu sudah
memikirkan cara menggambarkan sesuatu yang bergerak dengan menggunakan gambar
yang bertumpuk.
- Pada tahun 1.600
SM di Yunani dan Mesir orang-orang sudah bisa menggambarkan gerakan
dengan gambar yang berurutan.
Hal ini di buktikan dengan lukisan di dinding piramida dan juga pada
perabotan rumah tangga mereka.
- Selanjutnya pada tahun 1824 ditemukan sebuah alat sederhana bernama THAUMATROPE. Alat ini berbentuk
lempengan dengan dua sisi saja seperti uang logam. Saat diputar dengan
cepat tentunya kedua sisi itu akan memberikan kesan satu permukaan/ satu
gambar.
- Pada tahun 1831
ditemukan alat lagi yaitu PHENAKISTOSCOPE.
Alat ini berbentuk seperti kipas tangan, dengan gambar yang berurutan pada
satu sisinya. Dan juga terdapat beberapa lubang untuk melihat adegannya
saat diputar. Bila dilihat langsung tanpa lubang maka kita tidak bisa
melihat gerakan pada alat ini. Namun bila dilihat dari balik lubang dan
dipantulkan ke cermin maka kita bisa melihat gerakannya.
- Pada tahun 1867
ditemukan alat yang mirip dengan sebelumnya. Namanya ZOETROPE, atau biasa juga disebut
dengan WEEL OF LIFE. Cara kerja alat ini mirip dengan alat sebelumnya,
namun sekarang berbentuk tabung. Sehingga adegannya bisa diganti-ganti.
- Tahun 1877 dilanjutkan
dengan alat bernama PRAXINOSCOPE.
Alat ini juga berbentuk tabung dan adegannya bisa di ganti-ganti dengan
roll film baru. Bedanya ada pada bagian tengah roda. Ditengahnya terdapat
cermin yang diposisikan bersilangan. Hal ini menggantikan teknik lobang
yang sebelumnya digunakan untuk melihat adegan. Pada perkembangannya alat
ini bisa memutar animasi dengan durasi yang lebih lama dengan cara
dibesarkan ukuran tabungnya. Dan juga dengan modifikasi akhirnya bisa di
pancarkan ke dinding dengan menggunakan lampu dan cermin. Jadilah
proyektor sederhana.
- Tahun 1868.
Selanjutnya setelah teknik dan teknologi fotografi ditemukan maka hal ini
juga berpengaruh apada teknologi animasi. Animasi sudah bisa di tampilkan
dengan cara di foto terlebih dahulu kemudian di proyeksikan. Teknik ini
disebut dengan flipbook,
atau animasi pada lembaran kertas yang bisa di lihat dengan cara dibuka
dengan cepat.
- JAMES STUART BLACKTON seorang ilustrator dari koran di New York mencoba
membuat animasi stopmotion dengan menggunakan kapur tulis dan kamera
foto. Disini James membuat adegan orang yang sedang merokok, seluruh
adegan dan efek asapnya dibuat dengan kapur tulis. Film yang dia buat
diberi judul: Humorous Phases of Funny Faces (1906)
- Tahun 1924, seorang
ilustrator bernama Winsor Mc Cay
membuat film animasi yang berjudul Gertie
The Dinosaur. Film ini berdurasi lebih panjang dari film-film animasi yang sudah ada
sebelumnya. Oleh sebab itu film ini layak di tayangkan di bioskop pada
masa itu. Dan karenanya mana Winsor Mc Cay dinobatkan sebagai bapak animasi dunia.
- Tahun 1928 Walt
Disney mengeluarkan film animasi yang sudah memiliki suara. Film
pertama yang bersuara ini diberi judul Steamboat willie. Didalam film ini
Walt Disney mengenalkan sosok Mickey tikus yang kita kenal sampai
sekarang. Selang satu tahun, yaitu tahun 1929, Walt Disney mengeluarkan lagi film musikal berjudul The Skeleton
Dance. Film ini menceritakan adegan menari para tengkorak, dan
tentu saja adegannya sangat lucu dan menarik.
- Tahun 1932 Walt
disney kembali mengeluarkan film animasi dengan judul Flowers &
Trees. Dan
menariknya, film animasi ini sudah menggunakan teknik pewarnaan. Sehingga
lengkaplah sudah semua teknik dasar untuk sebuah film. Yaitu ada suara dan
ada warnanya.
- Tahun 1936 Mulai
bermunculan studio animasi baru. Diantaranya ada studio Warner bros yang mengeluarkan
film Bugs Bunny.
- Tahun 1937 Kembali
Walt Disney mengeluarkan
film animasi musikal yang sampai sekarang selalu dikenang, yaitu “Snow white
and the seven dwarfs” atau Putri salju dan tujuh kurcaci.
- Berikutnya muncul lagi studio animasi baru yang
mengeluarkan film animasi Scooby
Doo. Tentu anda sangat akrab dengan film animasi ini karena sampai
sekarang film ini masih sering ditayangkan di stasiun TV kita. Studio
animasi itu adalah HANNA-BARBERA
tahun 1970
- Pada tahun 1995
sebuah film animasi CGI
(Computer generated Imagery)
muncul dengan judul Toy Story. Film
3D pertama ini dibuat oleh Studio Pixar. Sampai sekarang Pixar selalu
mengeluarkan film-film animasi CGI yang berkualitas, seperti Finding Nimo,
Mr Incredibles, Cars, dan lain-lain.
- Selanjutnya tahun 2001 studio Dreamworks
juga mengeluarkan film animasi CGI pertamanya berjudul Shrek. Dan sampai sekarang juga
Dreamworks animation selalu mengeluarkan film-film animasi CGI yang
berkualitas, seperti: Kungfu panda, How to train your dragon, Madagascar,
Bee the movie, dll
- Hingga kini teknik animasi selalu dipakai baik dalam
film layar lebar maupun film-film televisi. Perkembangan film animasi
sangatlah pesat.
NGGAK CUMA KAMU BRO YANG PUNYA STYLE , ANIMASI JUGA PUNYA
Style Animasi di Eropa
Animasi di eropa lebih banyak
tentang animasi yang ber genre fantasy, kebanyakan menggunakan cerita-cerita
klasik seperti sebuah kerajaan, atau dongeng sang putri dan pangeran. Contohnya
animasi walt disney, yaitu “snow white” yang berasal dari dongeng terkenal dari
eropa. Di dalam animasi tersebut banyak menceritakan tokoh-tokoh yang fiktif,
seperti mahkluk-mahkluk hutan, kurcaci dll. Dengan mengangkat tema kerajaan dan
kehidupan yang fantasi, inilah salah satu ciri animasi Eropa.
Contoh lainya adalah”the smurf”.
Smurf adalah nama suku fiktif berkulit biru dan berukuran kecil yang diciptakan
penulis belgia, peyo. Smurf dikisahkan hidup si sebuah hutan di eropa.
Dari animasi smurf tersebut semakin terlihat bagaimana ciri khas dari animasi eropa, yang kebanyakan bercerita tentang dongeng fiktif.
Dari animasi smurf tersebut semakin terlihat bagaimana ciri khas dari animasi eropa, yang kebanyakan bercerita tentang dongeng fiktif.
Style
Animasi di Amerika
Animasi di amerika memiliki
karakteristik gaya yang baku. Tampilan karakternya sesuai dengan gambaran objek
sebenarnya begitu juga dengan alur dari animasi tersebut menggambarkan alur
kehidupan nyata.Tetapi dalam animasi di amerika adalah episodik. Episode
setelah episode, kembali karakter utama tidak berubah dan tidak terpengaruh
oleh kejadian episode sebelumnya.
Gaya animasi di amerika juga terpengaruh dari budaya amerika sendiri, contohnya the simpson. Dari animasi the simpson, kita dapat menyamakan dengan kehidupan keluarga di amerika serta budaya-budayanya.
Meskipun berformat kartun, simpsons merupakan acara yang ditujukan untuk pemirsa dewasa. Tema-tema yang diangkat beraneka ragam dan tak jarang kontroversial, misalnya tentang politik dan homoseksualitas. Serial ini sukses karena humor-humornya yang mengena pada penonton dan kreatif. Dan style dari animasi the simpson ini menjadi ciri khas animasi di amerika.
Gaya animasi di amerika juga terpengaruh dari budaya amerika sendiri, contohnya the simpson. Dari animasi the simpson, kita dapat menyamakan dengan kehidupan keluarga di amerika serta budaya-budayanya.
Meskipun berformat kartun, simpsons merupakan acara yang ditujukan untuk pemirsa dewasa. Tema-tema yang diangkat beraneka ragam dan tak jarang kontroversial, misalnya tentang politik dan homoseksualitas. Serial ini sukses karena humor-humornya yang mengena pada penonton dan kreatif. Dan style dari animasi the simpson ini menjadi ciri khas animasi di amerika.
Style
Animasi di Asia
Animasi asia yang paling menonjol
dan berkembang adalah anime di jepang, bercirikan gambar yang berwarna-warni
yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang
ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga,
komik khas jepang. Anime memiliki karakteristik visual yang sangat bervariasi
dan tidak memiliki gaya yang baku.Namun secara umum anime jepang dapat dikenali
dengan penggambaran tokoh fisik yang berlebihan/non-realistik, seperti mata
yang besar ataupun gaya rambut yang liar. Umumnya penggambaran tubuh karakter
tidak mengikuti proporsi normal. Karakteristik visual tersebut sebetulnya
sejalan dengan gaya ilustrasi yang umum digunakan di jepang, termasuk manga.
Animasi di jepang juga memiliki ciri khas dan style tersendiri, contohnya doraemon , doraemon adalah robot kucing dari masa depan yang memilikki alat-alat yang ber-tekhnologi tinggi. Dengan kemajuan tekhnologi di jepang akhirnya terbawa juga pada animasinya.
Animasi di jepang juga memiliki ciri khas dan style tersendiri, contohnya doraemon , doraemon adalah robot kucing dari masa depan yang memilikki alat-alat yang ber-tekhnologi tinggi. Dengan kemajuan tekhnologi di jepang akhirnya terbawa juga pada animasinya.
Style
Animasi di Indonesia
Di indonesia, banyak iklan di
indonesia yang menggunakan animasi untuk menawarkan produknya masing-masing.
Didalam iklan nutrisari mengisahkan sebuah jeruk yang terobsesi dengan minuman nutrisari , tetapi usahanya untuk mendapatkan nutrisari selalu gagal. Animasi ini adalah animasi yang lain daripada style yang ada, dibuat untuk mempromosikan produk nutrisari itu sendiri.
Iklan molto ultra, produk tersebut juga menawarkan dan mempromosikan produk dengan mengunakan animasi yang unik dan animasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri untuk promosi produk tersebut. Iklan molto ultra menciptakan style yang berbeda dari animasi lain.
Begitu juga dengan iklan insto, yang menggunakan animasi untuk mempromosikan produk insto sendiri. Jika diperhatikan style yang dipakai mirip dengan style animasi amerika dan eropa.
Style animasi indonesia sendiri juga tidak lepas dari pengaruh style animasi di wilayah eropa dan amerika.Contoh animasi indonesia yang berkualitas adalah film animasi paddle pop. Animasi ini begitu istimewa karena film ini menggunakan teknologi 3 dimensi berkualitas pertama di indonesia, dan juga merupakan hasil karya anak bangsa, yaitu pt batavia pictures dan pop up 3d production. Film ini sendiri berkisah mengenai sang singa paddle pop yang berjiwa besar dalam membela kebajikan tanah tempat tinggalnya. Maka tidak hanya menghibur, namun anak-anak indonesia juga akan dididik mengenai mengenai nilai-nilai keberanian, persahabatan, dan kerja sama.
YA KIRA-KIRA GITULAH BRO ANIMASI ITU, KALO MAU INFO LEBIH SOAL ANIMASI, IKUTIN TERUS AJA FUNYMATION.BLOGSPOT.COM BRO!!
Referensi Buku :
Macromedia
Flash Animation & Cartooning: A creative Guide,
Animasi Kartun , Ranang A.S, 2010
Animasi
,Gatot Prakoso , 2010





















aku komen daripada ga ada yang komen :3
BalasHapus